Percetakan merupakan salah satu usaha yang tidak pernah sepi sehingga sangat menarik untuk digeluti. Menurut pengamatan saya, walaupun semakin hari orang yang membangun bisnis percetakan semakin bertambah, tetapi konsumen atau pasarnya juga semakin terbuka lebar, sehingga hal tersebut merupakan sebuah peluang besar. Apalagi di era globalisasi saat ini kebutuhan akan promosi mutlak diperlukan bagi suatu perusahaan bila ingin bersaing menarik pelanggan. Produk-produk percetakan yang dibutuhkan oleh pasar/konsumen diantaranya adalah barang-barang yang biasa kita lihat dan kita gunakan sehari-hari, semisal buku-buku, nota/faktur yang biasa kita peroleh sewaktu belanja di toko atau supermarket, kwitansi, dus-dus kemasan makanan atau kemasan barang-barang lainnya, tas jinjing (hand bag/shopping bag), kartu nama, kartu undangan, kalender, hang tag atau label, kop surat, amplop, sticker, poster, ID card, brosur, leaflet, company profil, majalah, bulletin, tabloid, dan lain sebagainyaPokoknya dimana pun dan kemana pun kita pergi, selalu saja kita jumpai barang-barang produk percetakan tersebut.
Namun,di saat krisis seperti ini banyak perusahaan yang membatasi anggaran promosinya sehingga mereka akan cenderung mengurangi kuantitas order cetakan. Hal ini tentu menjadi masalah bagi usaha percetakan sablon besar karena dengan menggunakan mesin offset atau peralatan sablon, dimana jumlah cetakan yang dikerjakan rasanya “tanggung” jika hanya 1 (satu) atau 2 (dua) lembar saja. Hal ini tentu akan berakibat merosotnya keuntungan dari usaha percetakan konvensional semacam ini. Oleh karena itulah, muncul sebuah gagasan baru tentang teknik percetakan digital atau yang lebih dikenal dengan Digital Printing.
Digital Printing adalah media sekaligus lahan baru di dunia pencetakan. Bagaimana pun teknologi ini mulai menggusur teknologi konvensional (teknik sablon manual). Teknik ini memiliki beberapa kelebihan di antaranya produk dapat dibuat satuan, full color, gambar kualitas foto, tahan air dan tahan lama. Selain itu di era yang serba cepat seperti sekarang ini maka lama pengerjaan produk menjadi sebuah tuntutan. Karena sebagian besar konsumen menginginkan hasil yang cepat sehingga mereka tidak akan merasa membuang-buang waktu. Lagipula dengan variasi produk yang sangat luas, kami dapat dengan fleksibel menggandeng segmen market yang lebih luas, serta menentukan produk unggulan apa saja, kapan saja sesuai dengan trend pada saat itu, sehingga kami dapat mencapai Break Event Point dalam waktu yang jauh lebih singkat. Teknik digital printing juga merupakan sebuah solusi bagi orang-orang atau konsumen yang membutuhkan hasil cetakan yang jumlahnya sedikit karena di bisnis ini tidak mengenal adanya minimum order. Apalagi dengan teknologi digital saat ini, foto dengan mudah dapat dimanipulasi, retouch (diperbaiki) diberikan variasi disain, huruf sehingga dapat lebih menarik lagi. Dengan teknologi digital, hasil foto dari fotografer amatir-pun dapat berkesan "professional".
Usaha digital printing semacam ini memang belakangan mulai berkembang. Namun, kami yakin bisnis percetakan seiring berkembangnya dunia usaha yang ditandai dengan bermunculannya perusahaan-perusahaan baru tidak pernah sepi.
Dan bermula dari komunitas desain yang ada di kampus yang bernama, Bumi Siliwangi Design Community, kami mencoba menggagas untuk menjalan kan sebuah usaha percetakan untuk dijadikan ladang penghasilan untuk kami. Dari situlah kami mencoba membuka usaha percetakan dengan nama ”BSDC Production”